Jumat, 24 Oktober 2008

Bilangan Nol (0)

Ryan Sugiarto


Bilangan Nol. Dalam bilangan nol semuannya adalah sama. Ia mengandung apa yang dimaksud dengan kesetaraan. Olehnya, apappun yang akan dikenakan kepadannya adalah sesuatu yang luarbiasa. Jika dikalikan ia akan menjadi blangan tak terhingga, jika dibagi demikian juga.

Bilangan Nol adalah pralambang dari multikulturalise, pluralisme, kesetaraan dalam perbedaan. “tak ada yang didepan, juga tak ada yang dibelakang”. Semuannya satu posisi yang sama dalam lintasan yang tak putus.

Inilah makna terpenting bagi bilangan nol, dalam memandang kehidupan kita yang serba berkasta. Sekali lagi bilangan nol mengingatkan kita, justru buakn kekosongan yang kita maknai hari inji. Tak berisi dan pada titik tertentu tak berarti. Nol, semenjak kecil bagi kita selalu dimaknai dengan ketololan. Kebodohan. Anehnya, kenapa banyak diantara kalimat ketololan dan kebodohan mengggunakan huruf yang menyerupai bilangan 0.

Tetapi hematnya, bilangan 0 adalah bentuk perayaan pada persamaan. Menghaargai perbedaan. Tak tersirat didalamnya yang merasa unggul dan terabaikan. Bilangan 0 merangkum semua dalam satu lintasan yang tak membeda, posisi sama, ada didalamnya. []

[201008]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar